Biaya pakan lebih murah dengan probiotik alami - makanikan

Biaya pakan lebih murah dengan probiotik alami



Biaya pakan dalam sebuah budi daya ikan dapat mencapai 60-70% dari keseluruhan total biaya produksi yang ada. Karena itu, jika mengalami kenaikan harga pakan, maka biaya produksi juga akan langsung menaik. Dalam keadaan ini sangat memberatkan pembudidaya ikan contohnya pembudidaya ikan lele dan gurame.

Keadaan ini berbeda jika menggunakan sebuah sistem budi daya probiotik alami. Pembudidayaan ikan dapat menggunakan alternative pakan, selain pakan pellet dari pabrikan. Pasalnya, dalam pembudidayaan ikan dapat menciptakan pakan alami yang dapat dibuat secara mandiri. Selain sehat, pakan yang dihasilkan juga lebih ekonomis. Berdasarkan pengalaman dari pembudidaya ikan lele dan gurame yang telah menerapkan sistem probiotik organic, penghematan biaya dapat mencapai 50% dibandingkan dengan penggunaan pakan pellet ikan biasanya pada sistem pembudi daya konvensional.

Ada lima jenis pakan yang dapat digunakan dalam sistem budidaya probiotik secara alami, sebagai berikut ini:

1. Pakan dari sistem pengelolaan air yang terdiri dari DON (dissolved organic nutrient), SSN (suspended solid nutrient), jasad renik (rotifer, kutu air), dan banyak lagi nutrisi sayuran sisa kultur nutrisi.

  1. Fermentasi aneka sayuran dan buah-buahan
  2. Pellet probiotik A miracle green
  3. Pellet probiotik B miracle green juga
  4. Azolla microphylla

Seluruh jenis yang ada di atas sangat membantu pertumbuhan dan perkembangan ikan lele dan gurame. 

Saat menulis blog makanikan.xyz harga pakan ikan mencapai Rp20.000/kg. sementara itu dengan menggunakan sistem probiotik alami, biaya pembuatan pakan hanya Rp5.000/kg saja. Tidak hanya murah, pakan probiotik alami juga dibuat dari bahan-bahan yang alami dan dalam prosesnya tidak melibatkan bahan-bahan kimia yang berbahaya. Maka dari itu, sistem probiotik ini sangat aman bagi makhluk hidup dan juga lingkungan.

Kepadatan kolam lebih tinggi

Kepadatan kolam dalam budi daya ikan lele dengan cara konvensional rata-rata hanya berkisar 100 hingga 150 ekor saja. Kepadatan kolam lele akan meningkat dengan sistem probiotik alami, menjadi 200 ekor dengan tanpa mempengaruhi tingkat dari kesehatan ikan itu sendiri.

Bahkan, untuk kepadatan kolam dapat dimaksimalkan dengan ukuran panen. Dengan note, pemeliharaannya dilakukan secara intensif serta manajemen yang tertata dengan baik. Diperlukan juga standar opresional yang sesuai dengan SOP yang ada agar tata kelola sirkulasi air, serta perawatan mikroorganisme, serta pakan dapat terkontrol dan terjadwal dengan semestinya.

Pada dasarnya semakin tinggi akan kepadatan kolam itu, maka tingkat pertumbuhan ikan akan semakin melambat. Namun, keadaan itu tidak akan terjadi dalam sistem probiotik alami. Karena adanya dissolved organic nutrient (DON), sebagai pakan alami membuat ikan terjaga asupan makannya. Hasilnya, pertumbuhan ikan tetap terjaga kesehatannya. Semua pakan alami yang terdapat dalam sistem probiotik alami tesebut mempunyai kandungan asam amino esensial yang tinggi bagi ikan lele dan gurame.

Terkhusus untuk pembudidaya awam, kepadatan kolam disarankan dimulai dari 50 hingga 100 ekor per segi. Setelah berhasil pada beberapa siklus dalam budi daya, maka kepadatan kolam dapat ditingkatkan menjadi 150 hingga 200 ekor persegi. 

Kualitas air harus terjaga

Air adalah faktor yang penting dalam pembudidayaan ikan lele dan gurame, selain bibit, pakan dan manajemen pemeliharaannya. Kondisi air juga akan berpengaruh terhadap kelangsungan hidup pertumbuhan dan kualitas ikan yang akan dihasilkan. Menurunnya kualitas air disebabkan oleh pencemaran bisa dari sisa pakan dan kotoran ikan, terutama dalam kolam dengan kepadatan yang tinggi.

Selain dari menurunnya kualitas air, pencemaran juga dapat menurunkan kandungan oksigen di dalamnya. Akibatnya, ikan akan menjadi stress, nafsu makan akan menurun, dan mudah terserang berbagai penyakit. Hingga pada akhirnya pertumbuhan ikan menjadi tidak optimal dan menyebabkan ikan menjadi mati.

Dalam probiotik alami sendiri, kandungan akan nutrisi dalam air sangat diperhatikan dalam budi daya, air untuk budi daya harus melalui beberapa tahapan pengelolaan sebelum akhirnya digunakan. Pengondisian air sendiri untuk budi daya ikan dilakukan melalui water stabilizer, agar kualitas air meningkat dengan banyaknya mikroorganisme yang berkembang di dalam air.

Water stabilizer akan menguraikan sisa pakan serta kotoran ikan yang ada, sehingga kondisi itu akan terjaga dengan baik. Selain itu, kandungan oksigen terlarut dalam air juga menjadi sangat tercukupi dan kolam menjadi tidak bau. Penjelasan mengenai stabilizer, cara membuatnya serta berbagai manfaat menggunakan water stabilizer, dijelaskan pada artikel selanjutnya.

Pengelolaan air yang baik seperti yang telah diterapkan dalam budi daya secara probiotik alami memberikan beberapa keuntungan sebagai berikut ini:

  1. Penyediaan kualitas air nutrisi secara berkelanjutan
  2. pH air yang berada dalam rentang yang stabil 
  3. kehangatan suhu dapat terjaga dengan baik bahkan dalam kondisi hujan sekali pun
  4. menumbuhkan pakan-pakan alami secara berkelanjutan
  5. tidak menimbulkan polisi air yang dapat berdampak tidak baik terhadap ikan
  6. imunitas ikan meningkat, sehingga tingkat kematian juga bakalan menurun.

Serangan penyakit serta kematian bibit lebih rendah

Menggunakan pakan alami yang terdiri dari pakan probiotik organic, dissolved organic nutrient, merupakan hasil kombinasi yang tepat bagi pertumbuhan ikan lele dan gurame. Komposisi dari paan itu akan mampu menjaga ikan agar tetap dalam keadaan yang sehat dengan tingkat kematian hanya 1 % saja. Kondisi seperti ini cukup langka berbeda dengan menggunakan budi daya konvensional yang mempunyai tingkat kematian rata-rata diatas 3% bahkan dapat mencapai angka 10%. Selain itu, dapat meningkatkan daya tahan tubuh ikan tidak semudah terserah penyakit serta mampu mencegah serangan dari berbagai virus. Mencegah terjadinya infeksi pada pencernaan ikan.

Pertumbuhan yang optimal

Tingkat pertumbuhan ikan sebenarnya sangat tergangtung pada kualitas bibit ikan yang digunakan. Budi daya ikan dengan sistem probiotik organic tidak menekankan pada cepatnya pertumbuhan ikan itu sendiri, namun pada kualitas dan kesehatan ikan. Selain faktor bibit, pertumbuhan ikan juga tergantung terhadap pola manajemen pemeliharaan yang digunkannya.

Dengan menggunakan sistem probiotik alami, pertumbuhan ikan akan berlansung sebagaimana mestinya. Karena akan menerapkan sistem budi daya probiotik alami dapat meningkatkan sistem kerja metabolism. Hal ini terbukti dengan pergerakan ikan yang aktif, tanpa keluar permukaan kolam ikan. Kondisi ikan seperti itu menandakan jika ikan nyaman hidup didalamnya lantaran habitatnya terpenuhi dengan nutrisi yang cukup.

Share with your friends

Give us your opinion