Bisnis Pembenihan Ikan Lele Satu Bulan Balik Modal - makanikan

Bisnis Pembenihan Ikan Lele Satu Bulan Balik Modal



Kreatif dan juga inovatif. Merupakan dua kata yang sangat lekat dengan dunia perbisnisan. Pastinya, jika sebuah produk mau lebih unggul dan dikenal banyak kalangan, maka harus menguasai dua kata kreatif dan inovatif, pasar yang justru akan menyantroni kamu.

rupanya dua kata tersebut juga dipegang oleh para pebisnis dalam segala bidang salah satunya ikan konsumsi. Bagaimana tidak, segala teknis dan juga metode baru dilakukan untuk memperlancar dalam memelihara ikan untuk dikonsumsi. Hal yang belum dianggap mustahil, kini bisa terjalankan.

Coba saja lihat petani ikan lele dan gurami. Dahulu, ikan lele hanya dipelihara di empang atau kolam yang terbuat dari semen. Namun sekarang ini, ikan lele dapat dipelihara di kolam terpal. Selain biaya yang lebih muurah, tingkat mortalis ikan lele yang dipelihara di kolam terpal juga lebih sedikit lho. alhasil, panen ikan lele lebih melimpah dalam waktu yang relative cepat.

Pemeliharaan ikan lele di kolam terpal tidak hanya untuk lele saja, petani konsumsi ikan lainnya, seperti ikan gurami, ikan bawal, belut dan ikan emas juga tidak ingin ketinggalan. Dari luasa kolam terpal yang hanya beberapa meter saja, ikan lele masih dapat dipelihara dengan baik, bahkan dapat hidup hingga panen dilaksanakan.

Selain mengenai kolam, terdapat trobosan baru yang banyak dilakukan petani ikan lele adalah modifikasi pakan dan juga cuaca. Sekarang, pakan untuk ikan dapat diracik dari bahan-bahan yang alami dan mudah untuk dicari, dengan tetap mengedepankan kebutuhan nutrisi dari ikan, sehingga membuat ikan mendapatkan nutrisi yang baik, sehat, namun biaya yang dikeluarkan juga bakalan lebih murah. Dengan demikian, petani ikan tidak harus sepenuhnya bergantung pada makanan instan(pellet) saja.

Terdapat juga modifikasi cuaca yang biasanya dilakukan oleh pengusaha benih ikan. Dengan modifikasi cuaca, ikan dapat memijah kapan pun dan tanpa mengenal musim kawin. Inovasi demi inovasi ini berjalan seiring dengan kebutuhan pasar mengenai ikan konsumsi yang setiap hari meningkat. Bahkan, di tengah gejolak krisis moneter serta gempuran investor asing di dalam negeri ini, pembudi daya ikan lele konsumsi tetap mendapatkan keuntungan dari usahanya. Dapat dibilang, permintaan ikan konsumsi tidak pernah putusnya, karena hampir semua orang makan ikan.

Sayangnya, kebutuhan pasar selalu lebih besar dari produksi yang dihasilkan. Hingga saat ini saja, produksi ikan yang ada tidak berbanding lurus dengan permintaan. Jika diperhatikan, justru hal inilah yang memunculkan peluang besar bagi kamu yang ingin mencoba renyahnya berbisnis ikan konsumsi.

Permintaan pasar sepenuhnya belum terlaksanakan

Banyaknya pengusaha yang sekarang membanting haluan menjadi pembudi daya ikan lele ini adalah cerminan betapa disukainya ikan berkumis lele ini. Pertumbuhan bobot ikan lele yang terbilang cepat, pemeliharaannya yang terbilang mudah dibandingkan ikan lain, dan fisik ikan lele yang tahan terhadap berbagai penyakit dan virus merupakan alasan utama mengapa banya pebisnis yang memelihara lele. Lebih lagi, lele perbaikan kualitas dumbo sekarang ini mempunyai kualitas daging yang lebih unggul dibandingkan dengan jenis lele yang lainnya.

Ramainya permintaan family Clariidae juga berakibat positif terhadap kebutuhan benihnya. Pilihan usaha menjadi pembenih lele adalah peluang yang menjanjikan karena mempunyai aspek yang cerah kedepannya. Selain itu kebutuhan pasar yang ada tidak pernah sepi, usaha pembenihan lele juga mempunyai waktu pemeliharaan yang lebih singkat dibandingkan dengan usaha pembesarannya, sehingga biaya produksi yang ada juga lebih sedikit.

Persiapan kolam pemeliharaan indukan ikan lele

Siapkan kolam pemeliharaan indukan, kolam dapat menampung sebanyak 15 hingga 45 ekor ikan lele. Kolam yang digunakan dapat berupa tembok atau terpal. Tempatkan semua calon indukan lele dalam kolam pemeliharaan induk. Di kola mini indukan lele melakukan proses pematangan sel telur dan sel sperma. Berikan pakan pada indukan sehari sekali, tepatnya pada malam hari.

Indukan yang sudah siap untuk dipijahkan ketika mempunyai ciri berikut ini. Pada betina perutnya akan membesar dan terasa lebih lembek ketika dipegang. Alat kelamin terlihat membulat mengembang bewarna merah jambu. Sementara itu, pada benih jantan, alat kelamin akan terlihat lebih jelas. Umumnya dari satu paket indukan ikan lele hanya terdapat enam ekor ikan lele yang siap untuk pijah, yakni dua jantan dan sisanya betina. 

Tahap pemijahan ikan lele

Untuk tahap ini kolah pemijahan berukuran 4 meter dan tingginya 30 cm. siapkan juga kakaban, yaitu media untuk wadah leleh menempelkan telurnya. Wadah ini terbuat dari ijuk yang telah disusun dengan rapid an ditempelkan pada sebuah kayu. Setelah itu bersihkan kolam pemijahan, lalu pasang wadah di dalam kolam sebelum kolam di isi dengan air. Usahakan tidak terdapat celah diantara wadah agar semua telur dapat menempel dengan baik. Berikan juga pemberat pada wadah agar tidak mengapung kepermukaan air.

Tips seputar pemijahan ikan lele

  1. Pada kolam pemijahan ini, sebaiknya air yang digunakan merupakan air dengan kualitas baik dan terbebas dari berbagai bahan kimia.
  2. Usahakan pemindahan wadah yang telah terisi telur dilakkan secara hati-hati agar tidak terdapat telur yang terjatuh.
  3. Cacing rambut juga diberikan untuk pakan larva ikan lele harus yang masih hidup, karena masih terdapat protein untuk benih ikan lele.
  4. Ketika suhu air hangat, ketinggian air di dalam kolah boleh ditambahkan 20 cm. namun, ketika datang musi hujan, air dapat dikurangi kebatas seperti awal.
  5. Sehabis hujan, benih ikan lele sebaiknya tidak langsung diberikan pakan. Tunggu hingga 1 am. Setelah itu, pakan dapat diberikan.

Share with your friends

Give us your opinion