Budi daya ikan nila untung luar biasa - makanikan

Budi daya ikan nila untung luar biasa



Budi daya ikan nila untung luar biasa

Berbisnis budi daya ikan nilai memang berkembang sangat pesat di indonesia karena memiliki nilai pasar yang cukup besar, baik di dalam negeri atau juga di luar negeri. Di dalam negeri, pasar ikan nila di antaranya konsumen rumah tangga, restoran dan pasar swalayan. Sementara itu, untuk pasar luar negeri Amerika Serikat merupakan pasar ikan nilai terbesar di dunia saat ini.

Selain memiliki pasar yang cukup besar, ikan nila juga adalah salah satu makanan unggul sehingga banyak disukai oleh pembudidaya ikan air tawar. Pasalnya, ikan nilai dapat dibudidayakan di berbagai perairan dan wadah budidayanya, tahan terhadap berbagai virus, dan respon yang baik terhadap pakan buatan/sintesis. Selain dari itu, ikan nilai memiliki varietas unggul yang cukup banyak, baik yang di impor atau yang dihasilkan para ahli dan juga praktisi dalam negeri. Maka dari itu, dirasa cukup tepat untuk menulis artikel ini bagi pembaca yang tertarik dengan budidaya ikan nila, baik bagi pembudidaya pemula atau yang sudah lama berkecimpung di perikanan pembudidaya.

Dalam artikel ini akan dibahas mengenai berbagai jenis ikan nila, lokasi yang tepat untuk melakukan budidaya, cara melakukan pembenihan ikan nila, pendederan anakan ikan, pembesaran ikan, cara mengatasi berbagai virus atau hama, hingga pada analisis usaha yang cocok untuk pembudidaya ikan nila.

Perkembangan budi daya ikan nila di indonesia

Tahukah kamu, jika ikan nila yang sering di makan sebenarnya bukan ikan nila asli indonesia lho, ikan nilai memang sengaja di datangkan ke negara-negara berkembang sebagai alternative dalam pakan bergizi tinggi yang berharga relative murah. Pada awal tahun 1981, munculah ikan nila baru yang dikasih nama red nifi atau Bahasa indonesia populer nya disebut dengan nila merah.

Prospek budi daya ikan nila

Berdasarkan data food and agriculture organization, kebutuhan akan ikan dipasar dunia sampai tahun 2010 lalu masih kurang, karena pasokan sebesar 2 juta ton setiap tahunnya, pasar dalam negeri indonesia juga menunjukkan kecenderungan yang dengan global. Tingkat seseorang makan ikan per kapita penduduk indonesia pada tahun 1998 saja hanya 9,25 kg pertahunnya. Dengan ditargetkannya makan ikan 22 kg pertahunnya. Pasar domestic atau lokal masih memerlukan tambahan pasokan ikan lebih dari 0,5 juta ton pertahunnya. Nah dengan adanya data ini maka munculah peluang usaha yang tentunya dapat dimanfaatkan oleh pembudi daya ikan nilai atau pembudidaya ikan-ikan konsumsi lainnya.

Prospek pasar yang ada

Kebutuhan akan pasar terhadap pasokan ikan nila tidak hanya terbuka untuk konsumsi saja, namun juga terhadap benih ikan itu sendiri. Dalam satu berita online , 15 februari 2012 disebutkan jika permintaan akan bibit ikan nila di pasar nasional terus meningkat dari setiap tahunnya, sedangkan untuk penawaran atau jumlah petani atau pembudi daya ikan nilai yang menyediakan bibit unggul masih terbilang kurang.

Dengan adanya peluang bisnis pasar ikan nilai ukuran konsumsi masih terbilang besar. Di dalam negeri, jenis ikan nila biasa ternyata tertinggi kedua setelah ikan mas. Hal ini karena ikan nilai jenis merah cukup bersaing dengan ikan konsumsi lainnya. Sementara itu, ikan nilai merah, selain memiliki potensial bagi pasar domestic juga sangat potensial untuk pasar ekspor dan impor yang menawarkan ikan nila dengan harga yang jauh lebih tinggi dengan tuntutan kualitas yang lebih besar juga. Untuk mengisi pasar dalam negeri sendiri, bobot ikan nila mencapai 200 hingga 250 gram per ekornya. Sedangkan nila yang di ekspor minimal memiliki bobo 500 gram karena ekspor ikan keluar negeri hanya dalam bentuk daging.

Share with your friends

Give us your opinion