Agribisnis dalam budi daya ikan lele - makanikan

Agribisnis dalam budi daya ikan lele

makanikan.xyz


Tujuan dari pembuatan artikel ini adalah untuk memberikan pegangan atau petunjuk teknis dalam pemeliharaan ikan lele. Dengan adanya dasar ilmu pengetahuan secara biologis, penulis akan sedikit mengulas, mengapa suatu teknik pembudidayaan ikan lele berhasil diterapkan oleh beberapa petani. Bahan untuk menyusun artikel ini pada dasarnya dipelajari dari praktek yang dilakukan oleh kalangan petani sendiri. Dengan kegemaran terhadap ikan lele yang semakin meluas dalam masyarakat Indonesia, sehingga permintaan akan ikan lele dan harga juga meningkat, hal ini menjadi pendorong bagi petani ikan lele untuk segera meningkatkan pengusahaan budi daya ikan lele.

Dalam melangkah menuju era penganekaragaman ikan salah satunya ikan lele, ikan lele adalah salah satu jenis ikan yang memiliki peran penting. Walaupun ikan lele selama ini hanya diusahakan sebagai sebuah kegiatan sampingan saja, apabila produksinya dapat ditingkatkan lagi, maka tentu saja akan meningkat juga penghasilan dari budi daya ikan lele.

Didalam pengusahannya ikan lele, budi daya ikan lele ini masih bersifat mikro, misalnya saja kolam pekarangan yang sempit. Maka dari itu penulis mengimbau untuk para ahli ekonomi untuk menelaah dan membuat sebuah analisis ekonomi, agar budi daya ikan lele ini dapat diusahakan sebagai sebuah industry yang cocok dan layak untuk memperoleh fasilitas kredit.

Sekilas agribisnis ikan lele

Konsumsi akan ikan lele pada beberapa tahun terakhir ini semakin tinggi. Jika dahulu budi daya ikan lele dipandang sebagai ikan yang murahan dan hanya dikonsumsi oleh keluarga petani saja, namun pada kenyatannya sekarang konsumen ikan lele semakin besar. Rasa daging dari ikan lele yang khas serta cara mengolah masakan dan menghidangkannya yang secara tradisional menjadi nilai tersendiri dalam memakan ikan lele, menu ikan lele menjadi kegemaran masyarakat luas. Bahkan, banyak sekarang ini restoran besar atau menengah yang menghidangkan ikan lele. Maka dari itu, harga dari ikan lele sekarang ini semakin tinggi. Hal inilah yang menjadi perangsang bagi para petani atau pembudi daya ikan lele secara intensif.

Dalam budi daya ikan lele yang sebagai rantai awal bisnis ikan lele memiliki peluang yang besar untuk mendukung pemerintahan dalam program membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan penghasilan di kalangan masyarakat menengah kebawah. Semakin tingginya permintaan ikan lele membuat banyak petani mengembangkan skala usahanya. Bahkan, dikalngan yang tadinya belum mengusahakan pun ikut serta dalam bisnis ikan lele. Namun, dengan antusias yang besar untuk membuka usaha ikan lele sering sekali tidak disertai dengan suatu strategi budi daya ikan lele dan pemasaran yang baik. Pada kenyatannya, tidak sedikit dari kalangan pembudi daya ikan lele yang gulung tikar sebelum tingkat panennya.

Perkembangan budi daya ikan lele sebenarnya juga tidak terlepas dari dukungan riset yang dilakukan oleh para pelembagaan. Balai riset perikanan air tawar di bogor, misalnya sajak dahulu telah melakukan riset mengenai ikan lele, meliputi riset mengenai aspek budi daya untuk induk, benih, pakan lingkungan dan parasite pada ikan lele. Maka dari itu sejak tahun 1995 ikan lele menjadi komoditas budi daya umum sehingga riset yang dilakukan juga menjadi terbatas.

Tahapan budi daya ikan lele

Dalam budi daya ikan lele, seperti halnya budi daya ikan nila, secara garis besar terdapat dua jenis usaha yang menurut tahapannya atau hasilnya, yakni usaha pembenihan dan juga usaha pembesaran ikan lele. Dari kedua jenis usaha ini sebenarnya tidak dapat dipisahkan lagi dalam penyelenggaraannya karena mengenai keterkaitan. Sebaliknya seorang petani ikan lele melakukan kedua usaha itu dalam suatu rakaian kegiatan budi daya. Tentu saja hasilnya akan lebih menguntungkan lagi jika dibandingkan dengan hanya melakukan salah satu usaha pembudidayaan ikan lele saja. 

Share with your friends

Give us your opinion