Pahami betul sifat ikan lele sebelum membudidaya - makanikan

Pahami betul sifat ikan lele sebelum membudidaya

makanikan

Tingkah laku ikan lele

Ikan lele memiliki sifat nocturnal, yang artinya ikan lele bakalan aktif dimalam hari atau lebih menyukai tempat-tempat yang gelap. Berhubungan dengan sifat ikan lele, dengan memancing ikan lele pada malam hari lebih berhasil dibandingkan dengan siang hari, dikarenakan ikan lele aktif mencari makanan sesudah matahari terbenam. Namun, jika kalian hendak menangkap pada siang hari, letakkan tabung dari bamboo atau juga bahan lainnya di dsar kolam atau juga sawah. Dan selanjutnya, ikan lele akan digiring agar dapat berkumpul di dalam tabung tertentu. Ikan lele lalu ditangkap dengan cara mengangkat tabung tersebut.

Pakan ikan lele

Pakan ikan lele adalah pakan alami dan juga pakan tambahan atau buatan. Pakan alami adalah binatang renik, seperti halnya kutu air, cacing, larva, dan juga siput-siput kecil. Selain memiliki sifat yang karnivora, ikan lele juga memakan sisa-sisa benda yang membusuk di dalam air dan juga kotoran manusia. Sementara itu, tumbuh-tumbuhan kurang disenangi oleh ikan lele karena dapat mengganggu gerak geraknya. Ikan lele sendiri biasanya senang mencari makan di dasar kolam. Namun, jika ada yang terapung, pakan itu juga tidak lepas dari sambaran ikan lele.

Karena ikan lele memiliki sifat karnivora, maka pakan tambahan yang baik adalah yang memiliki banyak mengandung protein hewani juga. Jika pakan yang diberikan memiliki banyak kandungan protein nabati, maka pertumbuhannya akan melambat. Saat ini sudah banyak sekali pakan lele dalam bentuk pakan buatan seperti pellet. Untuk mendapatkan nya bisa beli di toko-toko pakan ternak. Selain itu kelebihan dari pakan buatan adalah memiliki kandungan gizi, terutama protein yang tinggi, yang sudah di sesuaikan dengan kebutuhan ikan lele itu sendiri.

Perkembangbiakan pada ikan lele

Ikan lele memiliki kedewasaan mencapai 100 gram atau juga bisa lebih. Jika sudah memiliki masanya untuk berkembang biak, ikan lele jantan dan juga betina saling berpasangan. Pasangan itu lalu mencari tempat yang strategis, yakni lubang yang teduh dan juga aman untuk bersarang. Lubang sarang ikan lele terdapat 20 sampai 30 cm di bawah permukaan air lho. ikan lele juga tidak membuat sarang dari suatu bahan jerami atau rurumputan. Tetapi ikan lele akan membuat sarang dengan meletakkan telurnya di atas dasar lubang sarangnya itu.

Pada musim perkawinan saja induk betina akan melepaskan telurnya bersamaan dengan waktu jantan melepaskan mani nya di dalam air. Setelah terjadi pembuahan di dalam air lalu telur akan dijaga oleh indukan betinanya sampai telur itu menetas lalu cukup kuat untuk berenang. Sementara itu indukan jantan dapat meninggalkan sarang dan tidak menghiraukan anak-anak setelah perkawinan terjadi.

Seekor indukan betina dapat menghasilkan 1000 hingga 4000 butir telu sekali memijahnya. Dalam waktu 24 jam saja setelah perkawinan, telur lalu akan menetas. Selama tujuh hingga sepuluh hari anak ikan lele akan dijaga oleh induknya sampai burayak cukup kuat dan dapat meninggalkan sarangnya.

Biasanya ikan lele akan memijahkan telur di sore hari pada saat musim hujan. Lain hal jika kolam pemeliharaan, ikan lele dapat memijah pada sepanjang tahun. Hal ini mungkin dapat menyebabkan keadaan kolam ang dapat dialiri dengan air baru setiap saat nya. Namun tanpa aliran air atau juga sirkulasi air yang baik pun, ikan lele juga dapat juga memijah di dalam kolam, namun frekuensinya tidak begitu sering.

Share with your friends

Give us your opinion